Dulu, bagiku guru adalah sosok yang sangat kuhormati, entah mengapa tanpa alasan (mungkin lingkungan yang menyebabkan itu terbentuk), tapi yang jelas perasaan tersebut muncul begitu saja.
Itulah mengapa aku masih mengingat nama-nama guruku TK, SD, SMP bahkan saat sedang jenuh-jenuhnya sekolah (saat SMU), begitu pula saat kuliah tak hanya ingat tapi juga hormat…
Saat SMU ada beberapa alasan yang kubuat untuk rasa hormat tersebut yaitu, karena atas jasa beliau-beliau lah aku menjadi berilmu. Satu alasan itu saja…
Sekarang alasanku bertambah…
Sejak mengajar, jadi mengerti bagaimana perjuangan para pengajar (salah satunya kejadian dipostingan saya sebelumnya). Mempersiapkan, menyampaikan dan mengevaluasi (3M). Kelihatannya simpel, tapi bagaimana dengan waktu yang harus diluangkan mereka untuk 3M? Bagaimana perasaan yang dicurahkan (kesabaran, keikhlasan, pengabdian)? Bagaimana lelahnya, letihnya ? Bagaimana tanggung jawab besar yang dipikul dipundak mereka? sesuaikah dengan penghargaan yang diterima? Sudahkah mereka mendapat perlakuan yang wajar dari pelajar, masyarakat dan pemerintah ?
Sejak itu alasanku bertambah lagi, dan perasaanku pun bertambah “Hormat, Salut dan Bangga” pada semua guru dalam hidupku…
0 Responses to “Hormat Untukmu Guru”