pesan untuk seorang sahabat, yang masih terus bergelut dalam mimpi.
Continue reading ‘Mimpi’
Author Archive for silmysyu
Mimpi
sebuah kepedulian
Terima Kasih atas ilmunya, Bu!
Mengajar siswa SMK jelas berbeda dengan mengajar mahasiswa. jelas, yang satu ABG satunya lagi menjelang dewasa (bahkan kebanyakan sudah dewasa). Seperti layaknya ABG, siswa SMK masih sukanya ya senang-senang, mainan, dan becandaan terus setiap saat setiap waktu. Continue reading ‘Terima Kasih atas ilmunya, Bu!’
Sungguh kami, saudaramu yang ada nun jauh disini mengaku mencintai kalian, mengaku peduli kepada kalian, mengaku bagian dari kalian. Continue reading ‘Untuk Kaum muslimin di sebuah daerah yang di sebut Palestina’
Guru Fisika Yang inspirasional
Guru Fisika yang Inspirasional
Oleh JANSEN H. SINAMO
Continue reading ‘Guru Fisika Yang inspirasional’
Protected: Bagaimana kabarmu?
Arriyo@yahoo.com : Awal 2002, “Inilah kehidupanku” kalimat terakhir dari serangkaian panjang kisah hidupnya. Aduh, kepalaku nyut2an, paling malas membebani otak dengan pikiran yang berat2. dan keseluruhan kisah hidupnya adalah, perjuangan keras yang perlu ruang besar dalam otak untuk memikirkannya. aku gak sanggup, bahkan sekedar mendengar saja gak sanggup.
“Masalah adalah makanan otak” begitu selalu perkataannya, berkebalikan dari diriku saat itu “Masalah adalah tanda yang tepat untuk berlari” itu perbedaan “the winner” dan “the looser”
Darinya, aku belajar agar terus memacu otak untuk berfikir, hingga saat ini (menjelang akhir 2008).
Continue reading ‘belajar dari orang-orang terdekat’
efek dramatis
Efek Dramatis, itu istilahku untuk setiap perasaan yang timbul (dari suatu kejadian yang terjadi, terlihat, terdengar atau terbaca olehku), perasaan haru biru, yang sanggup mengacaukan akal sehat hingga beberapa waktu.
langit malam
“langit malam adalah rasa gundah.
mata menangkap kelam, dan hati gundah tak terperi.”
langit malam selalu mengantarkan aku pada perasaan sepi tak bersebab, ini kualami sejak 14 tahun yang telah berlalu. Langit-langit kelam yang biasa kami dapati saat berpergian diatas jam 9 malam, yaitu malam kelam yang hanya terlihat ketika melewati jalan panjang yang berujung pada pelabuhan utama yang ada di ITCI, Sedang pangkalnya biasa kami sebut kilo 14. Jalan panjang yang dihiasi pohon-pohon menjulang yang seakan berdiri sombong, pongah menatap sosok2 kecil sepuluh tahunan, yang terus ketakutan menatap malam yang semakin kelam
Entahlah perasaan aneh yang selalu menyusup, bahkan saat ini pun (pukul 23.15) perasaan itu muncul kembali, padahal aku ada diatas tempat tidur dalam kamar kecilku yang nyaman.
mungkin ini manifestasi ketakutanku terhadap kehilangan, kehilangan sesuatu karena kelamnya malam. hem, jadi malu pada pencipta yang telah menghadirkan rasa aman dalam kelam dan pekatnya malam.
Malam diciptakan sebagai pelindung, saat raga-raga hamba butuh waktu meregang. Malam diciptakan sebagai penentram, saat jiwa-jiwa hamba butuh waktu untuk menambah daya, yaitu saat Sang Pencipta menghampiri, merengkuh doa-doa yang ucap dari raga-raga yang terus terjaga, menegarkan jiwa-jiwa mereka yang menggadaikan malam-malam terakhir untuk janji dari Yang Maha Benar.
Mungkin langit malam yang terasa mencekam tercipta agar aku, sang hamba, sadar akan kelemahan, sadar akan kekurangan, dan sadar bahwa aku membutuhkan tempat bergantung yang Maha Besar dan Maha Abadi.