<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hitam Putih</title>
	<atom:link href="http://feelwhite.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://feelwhite.wordpress.com</link>
	<description>Termasuk orang-orang yang beruntungkah aku hari ini?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2009 03:57:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='feelwhite.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7de4f89183d5b35141a09889e8f1918e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hitam Putih</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mimpi</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/mimpi/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 07:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[pesan untuk seorang sahabat, yang masih terus bergelut dalam mimpi.

sahabat, sekali kupinta dulu, bermimpilah karena mimpi ini akan menjadi salah satu tolak ukur kita, apa yang kita inginkan, apa yang akan kita wujudkan.
sahabat, bermimpi tidaklah sama seperti tidur, hanya bergelut dalam satu ruangan sempit kamar tidur.
bermimpi adalah untuk mewujudkannya. bermimpi adalah untuk mengupayakannya. bermimpi adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=206&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>pesan untuk seorang sahabat, yang masih terus bergelut dalam mimpi.<br />
<span id="more-206"></span><br />
sahabat, sekali kupinta dulu, bermimpilah karena mimpi ini akan menjadi salah satu tolak ukur kita, apa yang kita inginkan, apa yang akan kita wujudkan.</p>
<p>sahabat, bermimpi tidaklah sama seperti tidur, hanya bergelut dalam satu ruangan sempit kamar tidur.<br />
bermimpi adalah untuk mewujudkannya. bermimpi adalah untuk mengupayakannya. bermimpi adalah untuk menggenggam dunia bukan untuk tenggelam didalamnya.</p>
<p>sahabat, ingin sekali aku mengetuk pintu kamar dan membangunkanmu dari mimpi semu, menarikmu keluar dari mimpi, bukan sekedar untuk bangun kedunia nyata, tapi bangun untuk mewujudkannya. karena diluar dunia sudah menanti, menanti bangkitnya sosok luar biasa yang akan mendobrak dunia dengan impiannya yang luar biasa. tidak hanya untuknya, tapi untuk ummat islam, dan untuk kejayaan agama Allah ini di muka bumi.</p>
<p>kenapa ini kuingatkan padamu sahabat, karena aku ingin aku dan para sahabatku ada dibarisan depan pejuang yang punya impian luarbiasa dengan semangat tak terpatahkan dengan niatan yang mulia (RidhoNya). menghantar bangkitnya kembali Islam di muka bumi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=206&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sebuah kepedulian</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/sebuah-kepedulian-3/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/sebuah-kepedulian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/sebuah-kepedulian-3/</guid>
		<description><![CDATA[peduli&#8230;

seperti apa sebenarnya wujud dari peduli?
just, &#8216;i care about you&#8217;? atau lebih dari sekedar kata, perhatian yang diwujudkan dalam perbuatan misalnya? cukup kah?
dalam rangka apa peduli itu muncul? rasa cinta pada sesama? pada dunia? cukupkah?
coba sejenak berfikir secara mendalam&#8230;..apa sih tujuan kita hidup? cukupkah hanya untuk mendapatkan perhatian dari sesama?mendapatkan cinta yang melimpah dari sesama? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=203&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>peduli&#8230;<br />
<span id="more-203"></span><br />
seperti apa sebenarnya wujud dari peduli?<br />
just, &#8216;i care about you&#8217;? atau lebih dari sekedar kata, perhatian yang diwujudkan dalam perbuatan misalnya? cukup kah?</p>
<p>dalam rangka apa peduli itu muncul? rasa cinta pada sesama? pada dunia? cukupkah?</p>
<p>coba sejenak berfikir secara mendalam&#8230;..apa sih tujuan kita hidup? cukupkah hanya untuk mendapatkan perhatian dari sesama?mendapatkan cinta yang melimpah dari sesama? cukupkah itu?<br />
apakah ketika kita mati hal2 tersebut cukup sebagai penolong kita dari hal yang tentu saja kita yakini? cukupkah?<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>beberapa hari yang lalu, di salah satu situs jejaring sosial yang saya ikuti. seseorang yang cukup banyak berinteraksi dengan saya memberikan penilaian terhadap diri saya dalam 5 kata, salah satunya &#8216;loving&#8217;. atau disaat yang lain seorang kawan dekat saya pun mengatakan salah satu kelebihan saya yang dia sukai &#8216;perhatian&#8217;. dan banyak lagi orang disekitar saya yang &#8216;betah&#8217; menjadi kawan dekat saya karena salah satu unsur &#8216;peduli&#8217;.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>mei 2009, salah satu kawan terbaik pergi untuk selamanya (cukup mendadak, ketika proses melahirkan). pagi ketika mendengar kabar tersebut, mendadak perasaan saya terasa dingin, lalu saya menangis cukup lama. rasa sedih ditinggal sahabat ini, jelas. Tapi yang paling membuat saya sedih adalah selama ini saya perhatian terhadapnya, tapi ketika saya ingat kembali, saya sadar saya tidak pernah sekalipun mengajaknya kepada kebaikan, tidak pernah sekalipun mengajaknya kepada ketakwaan. saya jadi merasa tidak berarti. kepedulian saya selama ini tidak cukup. tidak cukup membawa kami menjadi sahabatyang akan terus saling menyayangi di hari nanti. karena hanya para sahabat yang saling mencintai karena Allah dan saling mengajak kepada jalannya yang nantinya akan dikumpulkan dalam keadaan saling menyayangi.<br />
. ketika mengingat hal itu saya jadi lemas&#8230;..<br />
menghitung jumlah kawan, saudara, dan orang yang berada disekitarsaya termasuk kaum muslimin yang ada diseluruh penjuru dunia. ternyata baru sedikit sekali yang saya peduli dengan nya dalam artian yang cukup. yang lainnya tidak cukup bahkan masih jauh. </p>
<p>saya malu ketika predikat itu tersandang. karena sesungguhnya sayalah orang paling tidak peduli selama ini.</p>
<p>Ya Rabb, saya malu&#8230;malu&#8230;dengan perhatian berlebih yang ternyata tidak bermuara pada ridhoMu.<br />
Ya Rabb, saya pinta keistiqomahan dihati ini agar dia selalu menuntun gerak dijalan yang Kau ridhoi.  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=203&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/sebuah-kepedulian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kenapa selalu menatap ke arah itu</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/kenapa-selalu-menatap-ke-arah-itu/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/kenapa-selalu-menatap-ke-arah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/kenapa-selalu-menatap-ke-arah-itu/</guid>
		<description><![CDATA[capek&#8230;.selalu saja mata ini menatap ke arah yang sama. padahal aku sudah sepakat dengan otak, agar melenyapkan arah itu. bukan karena hal buruk padanya, tapi karena hidup adalah pilihan. dan aku pun telah memilih.
tapi mata ini seakan tidak bisa diajak kerjasama. dia dengan sendirinya terus mengarahkan pandangan ke arah itu. hingga lelah rasanya, karena harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=199&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>capek&#8230;.<span id="more-199"></span>selalu saja mata ini menatap ke arah yang sama. padahal aku sudah sepakat dengan otak, agar melenyapkan arah itu. bukan karena hal buruk padanya, tapi karena hidup adalah pilihan. dan aku pun telah memilih.</p>
<p>tapi mata ini seakan tidak bisa diajak kerjasama. dia dengan sendirinya terus mengarahkan pandangan ke arah itu. hingga lelah rasanya, karena harus mengeluarkan tenaga ekstra, memperhatikan arah yang tidak terprogram di otak.</p>
<p>sudahlah&#8230;.jadilah bagian lalu dari hidup ini, jangan terus melangkah maju menerobos kekinianku.</p>
<p>karena aku sudah menentukan pilihanku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=199&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2009/06/08/kenapa-selalu-menatap-ke-arah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih atas ilmunya, Bu!</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/29/terima-kasih-atas-ilmunya-bu/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/29/terima-kasih-atas-ilmunya-bu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[smk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Mengajar siswa SMK jelas berbeda dengan mengajar mahasiswa. jelas, yang satu ABG satunya lagi menjelang dewasa (bahkan kebanyakan sudah dewasa). Seperti layaknya ABG, siswa SMK masih sukanya ya senang-senang, mainan, dan becandaan terus setiap saat setiap waktu. 
Dan mengajar mereka itu perlu yang ekstra, mulai dari suara yang harus ekstra kencang dan tahan lama (maksudnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=163&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengajar siswa SMK jelas berbeda dengan mengajar mahasiswa. jelas, yang satu ABG satunya lagi menjelang dewasa (bahkan kebanyakan sudah dewasa). Seperti layaknya ABG, siswa SMK masih sukanya ya senang-senang, mainan, dan becandaan terus setiap saat setiap waktu. <span id="more-163"></span></p>
<p>Dan mengajar mereka itu perlu yang ekstra, mulai dari suara yang harus ekstra kencang dan tahan lama (maksudnya tidak gampang serak gitu!), perlu kesabaran ekstra (karena mereka suka melakukan hal-hal aneh diluar bayangan manusia pada umumnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ), tenaga ekstra (buat lari kesana kemari, buat njewer dan buat mukul papan tulis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ) dan yang terpenting perhatian ekstra (maklum ABG).</p>
<p>Kadang ditengah heboh2nya dalam kelas saya berfikir, bagaimana membuat mereka lebih serius belajar dan bagaimana cara terbaik membuat mereka lebih mudah menangkap yang saya maksudkan. Saya menerapkan cara yang hampir sama seperti mengajar mahasiswa, nyantai&#8230;.saya terkadang sampai lupa bahwa mereka punya kewajiban seorang siswa, seperti harus berpakaian yang rapi (baju dimasukkan, pakai kaos kaki, pakai sepatu hitam dsb), atau harus duduk manis dikelas, jadi kadang saya cuek aja kalau mereka berjalan kesana kemari, asalkan untuk tujuan belajar bukan mainan, dan cuek aja baju mereka keluar atau masuk. sampai akhirnya ditegur sama wali kelasnya (hehe maklum baru penyesuaian).</p>
<p>2 minggu terakhir sempat jenuh ngajar, entahlah, tiba-tiba jenuh. Apalagi jika merasa tidak terlalu mengerti dunia mereka. jika mahasiswa lebih terbuka dalam menyampaikan aspirasi, siswa SMK tidak begitu. walaupun saya salah satu guru yang nyantai, mereka tetap menyisakan ketakutan berlebih (kadang sampai g wajar gitu, seperti lewat didepan saya nunduk berlebihan), disatu sisi perlu rasa hormat ke guru, tapi kalo sudah ketakutan begitu, mereka jadi takut bertanya dan mengeksplorasi diri mereka sendiri.</p>
<p>Ada 2 murid yang jadi perhatian serius saya sejak awal masuk, keduanya sangat takut dengan saya, sampai-sampai jika saya mendekat dan bertanya, wajahnya merah banget trus tidak bisa menjawab apa-apa (takut apa malu ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ). nah salah satu diantara keduanya suatu kali pernah saya minta mengerjakan sesuatu di depan, saya tuntun pelan2, sampai akhirnya dia berhasil menyelesaikan soal latihan yang saya berikan (walau sempat salah berkali-kali), &#8216;good job!&#8217;saya bilangin gitu, dia tesenyum simpul sekali (simpul apaan coba!). pertemuan berikutnya, dia termasuk salah satu yang paling sering bertanya ke saya. wah kemajuan pesat.<br />
Melihat beberapa kemajuan mereka, dan beberapa kemunduran mereka, mengingatkan saya untuk berusaha lebih keras lagi. Tidak ada waktu untuk berjenuh ria, terlebih salah seorang dari mereka kemarin mengatakan sesuatu yang membuat saya seperti terbangun,</p>
<p>&#8220;Terima kasih ya Bu, atas ilmunya&#8221;</p>
<p>(dia mengatakan ini dengan malu-malu sambil berusaha menyembunyikan diri di belakang pintu).</p>
<p>&#8216;Terima kasih juga, karena telah mengatakannya pada ku&#8217; jawab saya dalam hati. Terkadang bentuk penghargaan (ucapan terima kasih) seperti ini memang harus diungkapkan ya..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=163&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/29/terima-kasih-atas-ilmunya-bu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Kaum muslimin di sebuah daerah yang di sebut Palestina</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/04/untuk-kaum-muslimin-di-sebuah-daerah-yang-di-sebut-palestina/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/04/untuk-kaum-muslimin-di-sebuah-daerah-yang-di-sebut-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 04:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[moslem]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kami, saudaramu yang ada nun jauh disini mengaku mencintai kalian, mengaku peduli kepada kalian, mengaku bagian dari kalian. 
tapi, sungguh yang terjadi sangat menyedihkan&#8230;
kami menyaksikan ketika kalian kehilangan keluarga satu persatu..
kami menyaksikan ketika kalian kehilangan tempat yang nyaman untuk bernaung&#8230;
kami menyaksikan ketika kalian tersiksa oleh kelaparan dan ketidak nyamanan karena dihantui ketakutan serangan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=191&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sungguh kami, saudaramu yang ada nun jauh disini mengaku mencintai kalian, mengaku peduli kepada kalian, mengaku bagian dari kalian. <span id="more-191"></span></p>
<p>tapi, sungguh yang terjadi sangat menyedihkan&#8230;</p>
<p>kami menyaksikan ketika kalian kehilangan keluarga satu persatu..</p>
<p>kami menyaksikan ketika kalian kehilangan tempat yang nyaman untuk bernaung&#8230;</p>
<p>kami menyaksikan ketika kalian tersiksa oleh kelaparan dan ketidak nyamanan karena dihantui ketakutan serangan yang bertubi-tubi dari sekelompok manusia biadab yang mengaku berasal dari sebuah &#8216;negara&#8217; (Israel)&#8230;.</p>
<p>kami menyaksikan ketika kehormatan kalian tercabik-cabik&#8230;&#8230;</p>
<p>kami menyaksikan&#8230;.</p>
<p>kami menyaksikan seperti seorang anak menyaksikan seorang saudara kandungnya dihajar habis2an didepan matanya, dan yang dilakukan anak tersebut hanyalah mengelus2 kaki saudaranya yang terluka, tanpa berusaha menyelamatkan saudaranya yang hampir mati karena pukulan tersebut.</p>
<p>ya, itulah yang kami lakukan, itulah yang dilakukan kaum muslimin dipenjuru dunia (yang terpecah dalam kelompok-kelompok, yaitu dalam negara2 yang berbeda2). Miris, melihat kami yang sangat banyak jumlahnya tapi tak ingin bersatu untuk menentukan sikap tegas yang seharusnya ditunjukkan oleh keluarga besar apabila salah satu anggota keluarganya disakiti.</p>
<p>hanya obat2an, bahan makanan dan dukungan moril yang bisa kami lakukan. menyedihkan&#8230;..</p>
<p>mana tentara-tentara terlatih yang kami miliki ? apakah semuanya hanya jadi barang pajangan, hingga menunggu PBB mengatakan terjunkan tentara tersebut baru kami mau mengeluarkannya???</p>
<p>mana senjata-senjata dan kendaraan perang yang mutakhir tersebut? apakah itu baru digunakan untuk melindungi kelompok2 kecil  (negara) kami sendiri2?</p>
<p>hanya satu solusi untuk kaum muslimin yang ada dipenjuru dunia (terutama saudara kami di palestina) yaitu KHILAFAH ISLAMIYAH. ini yang bisa menyatukan kami, yang bisa menjadi kekuatan kami untuk menolong kalian.</p>
<p>hanya dengan inilah mereka (israel dan sekutunya) tak berkutik, karena sungguh, mereka tidak ada apa2nya jika kita kaum muslimin sudah bersatu, kekuatan kita jauh lebih besar dibandingkan kekuatan mereka yang saling bantu-membantu.</p>
<p>dan bukankah pertolongan Allah akan datang kepada kita apabila kita bersungguh-sungguh menolong agama Allah (dengan menerapkan Islam secara kaaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah yang sesuai dengan manhaj kenabian)</p>
<p>Inilah bantuan sesungguhnya yang akan kami perjuangkan untuk kalian, untuk Kaum muslimin di sebuah daerah yang di sebut Palestina.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=191&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2009/01/04/untuk-kaum-muslimin-di-sebuah-daerah-yang-di-sebut-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Fisika Yang inspirasional</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2008/12/02/guru-fisika-yang-inspirasional/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2008/12/02/guru-fisika-yang-inspirasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 01:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Guru Fisika yang Inspirasional
Oleh JANSEN H. SINAMO

JAM tujuh pagi, suatu hari pada tahun 1981, di sebuah ruang kuliah kuno bersuasana gelap dan kelam, yang dibangun pada zaman Belanda,  sebuah kuliah fisika yang sangat modern segera akan dimulai. Fisika kuantum nama kuliah itu.
Hariadi Paminto Soepangkat-doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, AS-sang dosen yang berkulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=189&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guru Fisika yang Inspirasional</p>
<p>Oleh JANSEN H. SINAMO<br />
<span id="more-189"></span><br />
JAM tujuh pagi, suatu hari pada tahun 1981, di sebuah ruang kuliah kuno bersuasana gelap dan kelam, yang dibangun pada zaman Belanda,  sebuah kuliah fisika yang sangat modern segera akan dimulai. Fisika kuantum nama kuliah itu.</p>
<p>Hariadi Paminto Soepangkat-doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, AS-sang dosen yang berkulit putih bersih bertubuh tinggi besar yang dibalut busana rapi lengkap pakai dasi bak eksekutif<br />
bisnis itu, telah berdiri penuh wibawa di hadapan sekitar 150 mahasiswa dari tiga jurusan: fisika, astronomi, serta geofisika dan meteorologi.</p>
<p>Belum dua puluh menit kuliah berjalan, usai Pak Hariadi menggambar orbit-orbit lintasan elektron pada atom hidrogen di papan tulis, tiba-tiba nama saya dia panggil.</p>
<p>&#8220;Saya, Pak,&#8221; jawab saya agak terkejut sambil mengangkat tangan.<br />
&#8220;Kota asal Saudara di mana?&#8221; tanyanya sambil menuruni panggung kuliah yang rapat dengan papan tulis dan berjalan mendekati tempat saya duduk di barisan depan.<br />
&#8220;Sidikalang, Pak,&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Oh ya? Kata Pak Andi Hakim Nasution, Rektor IPB, daerah Saudara penghasil kopi ya? Kopi Sidikalang enak kata Pak Nas. Betul?&#8221;<br />
&#8220;Betul, Pak,&#8221; jawab saya sumringah.<br />
&#8220;Sidikalang itu berapa kilometer jaraknya dari Medan?&#8221;<br />
&#8220;Seratus lima puluh kilo Pak.&#8221;<br />
&#8220;Kalau naik bis ke Medan berapa ongkosnya?&#8221;<br />
&#8220;Lima ribu, Pak.&#8221;<br />
&#8220;Kalau uang Saudara cuma tiga ribu, sampai di mana itu?&#8221;<br />
&#8220;Berastagi, Pak.&#8221;<br />
Sambil memandang kepada semua mahasiswa sesudah kembali ke panggung kuliah, Pak Hariadi berkata, &#8220;Kira-kira seperti inilah yang dimaksud dengan energi ambang. Jika uang Saudara Jansen cuma tiga ribu, itu tidak cukup mengantarnya sampai ke Medan. Jadi, lima ribu adalah uang ambang yang diperlukan agar dia bisa sampai ke Medan dari Sidikalang.&#8221;<br />
&#8220;Nah, demikian pula elektron: dia butuh energi ambang, itu energi yang minimum, untuk bisa pindah ke orbit yang lebih tinggi. Kita sudah tahu bahwa energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi, yang besarnya menurut Max Planck adalah hv, di mana v frekuensi radiasi itu dan h<br />
adalah konstanta Planck yang besarnya 6,626×10-pangkat- minus-34 joule-detik. Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya. &#8220;</p>
<p>Entah apa lagi yang dikuliahkan Pak Hariadi pagi itu saya sudah lupa. Tapi, saya terpesona sudah. Sidikalang dan saya jadi pusat perhatian seluruh kelas dan terutama Pak Hariadi. Cuma beberapa menit saja sorotan lampu perhatian itu, tapi sudah cukup membuat saya merasa diri spesial.</p>
<p>Dan sejak momen itu rasa suka saya berlipat ganda kepada Pak Hariadi. Sebagai akibatnya, berlipat ganda pula minat saya pada fisika kuantum. Singkat cerita, pada ujian akhir semester itu saya mendapat nilai A.<br />
Dan ini tidak lazim. Jarang sekali saya mendapat nilai A. Di kelas saya angkatan 1978, saya cuma mahasiswa rata-rata: mayoritas nilai saya adalah C, agak lumayan dapat B, tapi yang mendapat nilai A sungguh sangat sedikit.</p>
<p>Tapi, mendapat nilai A pada fisika kuantum selangit rasanya. Buat saya itu setara dengan nilai A pada sepuluh mata kuliah yang lain. Fisika kuantum adalah salah satu mata kuliah paling bergengsi di Jurusan Fisika, kreditnya maksimum: empat. Bukan cuma itu, di zaman itu, cuma ada dua mata kuliah fisika yang dianggap dahsyat: fisika kuantum dan teori relativitas. Yang terakhir ini belum disajikan di tingkat S1. Fisika kuantum pun sebenarnya baru cuma pengantar pada kuliah sepenuh: mekanika kuantum, yang akan disajikan nanti di tingkat S2. Saya juga takjub pada diri sendiri. Mengapa mendadak saya jadi pintar sekali? Tapi, saya akhirnya menyadari: itu semua karena cara dan gaya Pak Hariadi mengajar kami memang luar biasa.</p>
<p>Betapa tidak. Dia selalu sudah ada di kelas sepuluh menit sebelum jam kuliah dimulai. Di hampir semua mata kuliah lain, mahasiswa yang menunggu dosen. Tapi Pak Hariadi sebaliknya. Pak Hariadi selalu tampil necis: busananya, kebersihannya, dan istimewa tulisannya. Dia membersihkan sendiri papan tulis dengan kain lap basah yang dibawanya dari kantornya. Ada tiga papan tulis di kelas kami. Dibersihkannya dulu papan tulis ketiga saat dia mulai memakai papan tulis pertama, sehingga papan tulis ketiga itu sudah kering saat dia akan memakainya. Demikian seterusnya sampai kuliahnya yang berdurasi 100 menit itu selesai.</p>
<p>Lima tahun saya kuliah di ITB, tidak pernah saya bertemu dengan dosen lain yang mampu menyamai kerapihan dan keindahan tulisan tangan Pak Hariadi. Pak Hariadi juga pekerja cepat. Hari ini ujian, besoknya jawaban soal-soalnya sudah tertempel di papan pengumuman. Di Jurusan Fisika hanya Pak Hariadi yang mampu dan disiplin berbuat demikian. Dia pun hafal nama semua mahasiswa yang diajarnya. Pada setiap kuliah ia mampu memanggil nama mahasiswa secara acak, dan seperti saya di atas setiap mahasiswa yang terpilih namanya disebut diajaknya berinteraksi. Dan dari interaksi pendek itu, tiba-tiba bisa keluar ilustrasi untuk menjelaskan konsep fisika kuantum. Bukan saja ilustrasi itu sangat menolong, karena membumi bahkan personal, tetapi di tingkat psikologis sang mahasiswa merasa dilibatkan, bahkan dijadikan bintang pada momen pendek itu. Tak pelak kuliah Pak Hariadi selalu digandrungi. Fisika kuantum jadi mudah dimengerti, gampang diikuti, dan menarik ditelusuri.</p>
<p>Pak Hariadi sangat jauh dari jenis dosen yang memetik rasa puas karena pelajarannya sukar diikuti. Ia bukan tipe dosen yang berbahagia melihat mahasiswa pusing tujuh keliling, lalu takut pada dosennya, dan jeri pada pelajarannya. Sedikit pun tak ada perangai galak padanya apalagi killer. Ia memenuhi tanda-tanda orang cerdas seturut pendapat Einstein: bahwa orang cerdas ialah orang yang mampu membuat perkara sulit jadi mudah dipahami, sedangkan orang bodoh sebaliknya, membuat perkara mudah jadi sukar dimengerti. Fokus kedosenan Pak Hariadi ialah bagaimana agar mahasiswanya bisa mudah memahami pelajarannya supaya dengan begitu tumbuh gairah, minat, dan kecintaan pada pelajaran itu sendiri. Jadi, sebenarnya tidak mengherankan saya bisa medapat nilai A.<br />
Sesampai di Sidikalang, saat libur panjang semester, sensasi kebanggaan mendapat nilai A itu masih terus berdenyut. Tak tahan, saya pun menulis sepucuk surat kepada Pak Hariadi. Saya ungkapkan rasa syukur dan terima kasih saya dan khususnya kedahsyatan cara mengajarnya saya apresiasi dengan rinci.</p>
<p>Eh, surat saya dibalasnya dengan cepat. Katanya dari sekitar 30 mahasiswa yang mendapat nilai A, cuma saya yang menulis surat. Gantian dia yang berterima kasih. Di ujung suratnya, sesudah menitipkan salam<br />
kepada orangtua saya, dia mengundang saya ke kantornya usai libur. Waktu itu Pak Hariadi adalah Dekan Fakultas MIPA. &#8220;Saya ingin mengenal Saudara lebih dekat.&#8221; katanya.</p>
<p>Tak sabar saya menunggu waktu untuk kembali ke Bandung. Berhubung kopi Sidikalang sudah disebut-sebut di awal kuliah, itu pula oleh-oleh yang saya bawa buat beliau. Ketika orangtua saya tahu kisah dosen yang istimewa ini, Ibu saya mengusulkan memberikan ulos sebagai cinderamata. Ulos dan kopi, itulah yang kemudian saya bawa ke Bandung. Ke kantor dekan F-MIPA, saya pun menghadap. Di ujung percakapan, tanpa saya duga, Pak Hariadi meminta agar saya bersedia menjadi asistennya. Terhenyak saya. Tubuh ini mendadak ringan rasanya, seperti kapas di awang-awang layaknya. Tak berpikir panjang tawaran itu segera saya sambut.<br />
Ketika Pak Hariadi sadar bahwa saya membawa ulos sebagai cinderamata, dia sempat tertegun lalu berkata, &#8220;Wah, istri saya harus ikut bersama saya menerima ini. Terima kasih. Ini penghargaan yang sangat tinggi.&#8221;<br />
Malam itu juga, di rumah Pak Hariadi di perumahan dosen Sangkuriang, saya pun menjadi tamu keluarga, diundang makan malam bersama, dan kemudian bercakap-cakap dengan akrab. Di situlah ulos dan kopi<br />
Sidikalang saya serahkan.</p>
<p>Sampai akhirnya saya tamat pada akhir 1983&#8211;saat itu Pak Hariadi sudah menjabat sebagai Rektor ITB&#8211;saya terus membantunya sebagai asisten kuliah fisika kuantum. Diajar oleh Pak Hariadi dan menjadi asistennya sesudahnya merupakan salah satu pengalaman akademik paling berkesan dan terpenting buat<br />
saya selama kuliah di ITB Bandung. Kini saya berpendapat, andai kata semua guru matematika, fisika, kimia, dan biologi di tingkat sekolah lanjutan di negeri ini sanggup mengajar secerdas dan sebaik Pak Hariadi, niscaya mata pelajaran-mata pelajaran keras itu tidak akan pernah jadi momok buat anak-anak muda kita.</p>
<p>Bahkan, matematika dan sains akan jadi mata pelajaran favorit</p>
<p>(dari milis STIKOM Balikpapan. Benar-benar sangat menginspirasi. Seandainya setiap guru selalu bisa menghadirkan rasa cinta ke dunia pendidikan, tentu sosok semacam Pak Hariadi akan mudah ditemukan.)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=189&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2008/12/02/guru-fisika-yang-inspirasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Protected: Bagaimana kabarmu?</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2008/11/27/bagaimana-kabarmu/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2008/11/27/bagaimana-kabarmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 07:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=186&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><form action="http://feelwhite.wordpress.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-186">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-186" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=186&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2008/11/27/bagaimana-kabarmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>belajar dari orang-orang terdekat</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/belajar-dari-orang-orang-terdekat/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/belajar-dari-orang-orang-terdekat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Arriyo@yahoo.com : Awal 2002, &#8220;Inilah kehidupanku&#8221; kalimat terakhir dari serangkaian panjang kisah hidupnya. Aduh, kepalaku nyut2an, paling malas membebani otak dengan pikiran yang berat2. dan keseluruhan kisah hidupnya adalah, perjuangan keras yang perlu ruang besar dalam otak untuk memikirkannya. aku gak sanggup, bahkan sekedar mendengar saja gak sanggup.
&#8220;Masalah adalah makanan otak&#8221; begitu selalu perkataannya, berkebalikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=183&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arriyo@yahoo.com : Awal 2002, &#8220;Inilah kehidupanku&#8221; kalimat terakhir dari serangkaian panjang kisah hidupnya. Aduh, kepalaku nyut2an, paling malas membebani otak dengan pikiran yang berat2. dan keseluruhan kisah hidupnya adalah, perjuangan keras yang perlu ruang besar dalam otak untuk memikirkannya. aku gak sanggup, bahkan sekedar mendengar saja gak sanggup.<br />
&#8220;Masalah adalah makanan otak&#8221; begitu selalu perkataannya, berkebalikan dari diriku saat itu &#8220;Masalah adalah tanda yang tepat untuk berlari&#8221; itu perbedaan &#8220;the winner&#8221; dan &#8220;the looser&#8221;<br />
Darinya, aku belajar agar terus memacu otak untuk berfikir, hingga saat ini (menjelang akhir 2008).<br />
<span id="more-183"></span><br />
Artha (sahabat):Pertengahan 2007, &#8220;hah, kamu yang buat bordir di baju itu?&#8221;kataku tak percaya, artha hanya tersenyum.&#8221;minta bayaran ma dia(orang yang punya baju) tha&#8221; kataku. dan sekali lagi hanya senyum diwajahmu.&#8221;duh, sabarnya, sudah pergi ke toko sendiri, beli pake uang sendiri, dijahit sendiri lagi, mana tuh yang punya baju?&#8221;. &#8220;gak apa mi, aku seneng kok kalo bantuin anak-anak itu&#8221; jawabmu. bahkan saat sedang capek, sedang mangkel, sedang sakit sekalipun, artha selalu sigap membantu kami teman-temannya. orang yang selalu siap mendengar keluh kesah, orang yang punya empati tinggi, orang yang walopun gak senang tapi tetap berusaha bermuka manis dan tetap melakukan pekerjaan tersebut. duh, salut berat. berbalikan denganku yang selalu menampakkan kalo aku gak suka, &#8216;kalo gak suka kenapa disembunyikan&#8217; begitu selalu dalam pikiranku. yang akan bilang &#8216;tidak&#8217; jika memang hati tidak ingin.<br />
belajar banyak darimu tentang empati, tentang penguasaan emosi, tentang memberi yang lebih baik dari pada meminta.</p>
<p>Fira: 2007 akhir.<br />
beberapa tahun usia dibawahku, saat awal di tempat kerja dia orang yang paling sering menasehati,<br />
saat terkejut dengan situasi baru,&#8221;Tenang Mba, semua perlahan akan berlalu. dan saat sadar semua akan baik2 saja&#8221; bijak banget gak tuh?<br />
saat bercerita tentang permasalahan dengan kel ku.&#8221;Aku akan marah jika kudapati adikku berkata seperti itu ke Bapakku, Mba. Aku paling tidak suka anak yang menjawab perkataan oang tua&#8221;deg, masalahku dengan kel membaik, karena nasihatnya menyadarkanku tentang akar permasalahan ku.<br />
belajar bijak menyikapi hidup darinya, mungkin dia tidak sadar, tapi, aku sering mengingat beberapa perkataan bijaknya.</p>
<p>J.R: ramadhan 1429H: &#8220;Secara Random, maksudnya agar lebih ikhlas&#8221;, kalimatnya ini membuat aku berfikir keras hingga beberapa minggu kemudian. makna ikhlas yang absurd bagiku. tidak terbayang pribadi yang sanggup menerapkannya.<br />
selama berminggu-minggu mencari jawaban dan akhirnya kudapati bahwa makna random dalam kaitan dengan ikhlas hampir mendekati pesimistis, yang bagiku sama saja seperti mendahului takdir pencipta. karena random adalah menyerah, tak ingin memilih dan mengusahakannya. hingga ketika mendapatkan sesuatu ternyata itu adalah sebuah kebetulan tanpa usaha keras dari sang penerima.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=183&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/belajar-dari-orang-orang-terdekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>efek dramatis</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/efek-dramatis/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/efek-dramatis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Efek Dramatis, itu istilahku untuk setiap perasaan yang timbul (dari suatu kejadian yang terjadi, terlihat, terdengar atau terbaca olehku), perasaan haru biru, yang sanggup mengacaukan akal sehat hingga beberapa waktu.

Level efek dramatis:
-Blank (paling parah)
-Terobsesi (parah)
-Terharu berat (menengah)
-Terkagum (biasa)
-teringat (sembuh)
-terlupa (gejala awal usia yang semakin tua)
1999 (Some one&#8217;s) my true story, efek dramatis di level terobsesi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=181&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Efek Dramatis, itu istilahku untuk setiap perasaan yang timbul (dari suatu kejadian yang terjadi, terlihat, terdengar atau terbaca olehku), perasaan haru biru, yang sanggup mengacaukan akal sehat hingga beberapa waktu.</p>
<p><span id="more-181"></span><br />
Level efek dramatis:<br />
-Blank (paling parah)<br />
-Terobsesi (parah)<br />
-Terharu berat (menengah)<br />
-Terkagum (biasa)<br />
-teringat (sembuh)<br />
-terlupa (gejala awal usia yang semakin tua)</p>
<p>1999 (Some one&#8217;s) my true story, efek dramatis di level terobsesi menjelang blank. bertahan dilevel ini hingga 2002. dan menempati level terobsesi hingga hari saat diberi kesempatan bertemu sosok ini (2006). setelah itu, berada di level terlupa (hanya beberapa menit setelah pertemuan)huehuehue.<br />
salah satu efek dramatis yang menguras tenaga.</p>
<p>2002 (Maya kitajima&#8217;s story). ini kisah fiktif, kisah fikti bergenre manga pertama dan terakhir yang berefek dramatis (bagi ku). Menjelang Ebtanas terus terobsesi pada sosok mungil ini, mengacaukan hari-hari awal ujian, efek dramatis yang terus bertahan hingga saat ini (berhenti di level teringat), Karena sudah cukup lama berpisah dari koleksi manga.</p>
<p>2005 (Novel Ayat-ayat cinta), efek dramatis yang berada di level terobsesi, salah satu penyebab perubahan, salah satu titik balik dalam hidup. ini, salah satu penyemangat untuk kembali pada islam setelah sebelumnya bergumul dikehidupan tidak jelas selama bertahun-tahun. bertahan dilevel ini hingga 2006 akhir. Setelah itu hanya teringat saja. Malah ingin melupakan, akhir-akhir ini malas mendengar kisah2 cinta.</p>
<p>2007 (My Friend&#8217;s story).<br />
&#8220;Dia, sosok tenang tanpa banyak bicara. Kata yang paling tepat untuk sifatnya adalah DINGIN. Salah satu teman dengan jumlah fans wanita cukup banyak. Tapi aku mengenalnya sebagi sosok yang tak mau berurusan dengan wanita, dan cukup tegas. (bahkan no hp ku saja g disimpen di phone booknya, karena pantang menyimpan no wanita)<br />
sosok dingin ini ternyata menyimpan kisah yang tak pernah terbayangkan oleh ku.<br />
Suatu kali ditengah kejenuhannya harus berurusan dengan yang namanya para wanita, dia teringat teman masa kecil yang selalu dia kagumi diam-diam, sosok yang sejak lulus SD hingga saat itu (tingkat 2 kuliah) tidak pernah bertemu lagi dengannya. kemudian dia memohon pada Sang pencipta, jika dia diberi kesempatan sekali lagi bertemu dengan wanita teman masa kecilnya ini maka satu saja keinginannya yaitu menikah dengan wanita tersebut. sampai sini kisah ini masih biasa.<br />
Beberapa hari kemudian beberapa langkah dari gerbang rumahnya, lelaki ini dikejutkan dengan seorang wanita yang ada dalam doanya berdiri didalam masjid yang letaknya beberapa meter ari gerbang rumahnya. &#8216;Allah menjawab doaku&#8217;batinnya. tapi, dia tak berani menyapa. akhirnya sejak hari itu hampir setiap hari ia melihat sosok wanita pujaan berada di dalam masjid itu, dan tak sekalipun dia menyapa, apalagi menyampaikan keinginannya untuk menikah. &#8216;Aku menunggu waktu yang tepat&#8217;begitu selalu alasan lelaki ini.<br />
1 tahun berlalu, dalam kondisi yang sama namun dia selalu merasa waktunya semakin mendekat, waktu saat impiannya menjadi nyata.dan saat lelaki ini beranggapan bahwa waktunya sudah dekat, sudah saatnya aku menyampaikan. justru dia dikejutkan dengan berita sang wanita akan segera menikah. bumi seakan terbelah dan siap menelannya hidup2. tak percaya rasanya seakan semuanya baru saja terasa dekat, kini sangat tak mungkin.sampai-sampai lelaki tersebut mengatakan &#8216;bukankah menikah itu adalah sunnah, aku memutuskan untuk tidak usah menikah saja.&#8217;<br />
heh, lelaki ini adalah temanku, dan yang tak kalah mengejutkan wanita tersebut ternyata salah satu kawan baru yang cukup dekat pula dengan ku, seandainya aku tahu lebih awal, seandainya aku bisa membantu. Tapi, semua sudah ditetapkan&#8221;<br />
efek dramatis kisah ini sampai pada level tertinggi, Blank, selama berhari-hari Blank. aku teringat wajah mereka satu persatu. lelaki itu, kemudian wanita itu. turun ke level teringat pada hari ketujuh cerita tersebut kudengar (itupun setelah mengetahui, bahwa sang lelaki telah ikhlas). 7 hari yang sangat menguras tenaga, padahal saat yang sama aku harus konsentrasi mengajar, akhirnya mengajar dengan kondisi Blank.</p>
<p>2008 (tetralogi laskar pelangi), efek dramatis pada level terobsesi, seri pertama &#8220;laskar pelangi&#8221; sampai beberapa kali dibaca (thanks for J.R untuk bukunya), seri &#8220;sang pemimpi&#8221; menempatkan kisah ini sampai pada efek dramatis level sangat terobsesi, dan seri edensor menempatkannya pada level terobsesi kompulsif. berhari-hari ikal mondar-mandir di kepala.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=181&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/efek-dramatis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>langit malam</title>
		<link>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/langit-malam/</link>
		<comments>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/langit-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Silmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://feelwhite.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;langit malam adalah rasa gundah.
mata menangkap kelam, dan hati gundah tak terperi.&#8221;
langit malam selalu mengantarkan aku pada perasaan sepi tak bersebab, ini kualami sejak 14 tahun yang telah berlalu. Langit-langit kelam yang biasa kami dapati saat berpergian diatas jam 9 malam, yaitu malam kelam yang hanya terlihat ketika melewati jalan panjang yang berujung pada pelabuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=179&subd=feelwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;langit malam adalah rasa gundah.<br />
mata menangkap kelam, dan hati gundah tak terperi.&#8221;</p>
<p>langit malam selalu mengantarkan aku pada perasaan sepi tak bersebab, ini kualami sejak 14 tahun yang telah berlalu. Langit-langit kelam yang biasa kami dapati saat berpergian diatas jam 9 malam, yaitu malam kelam yang hanya terlihat ketika melewati jalan panjang yang berujung pada pelabuhan utama yang ada di ITCI, Sedang pangkalnya biasa kami sebut kilo 14. Jalan panjang yang dihiasi pohon-pohon menjulang yang seakan berdiri sombong, pongah menatap sosok2 kecil sepuluh tahunan, yang terus ketakutan menatap malam yang semakin kelam</p>
<p>Entahlah perasaan aneh yang selalu menyusup, bahkan saat ini pun (pukul 23.15) perasaan itu muncul kembali, padahal aku ada diatas tempat tidur dalam kamar kecilku yang nyaman.<br />
mungkin ini manifestasi ketakutanku terhadap kehilangan, kehilangan sesuatu karena kelamnya malam. hem, jadi malu pada pencipta yang telah menghadirkan rasa aman dalam kelam dan pekatnya malam.</p>
<p>Malam diciptakan sebagai pelindung, saat raga-raga hamba butuh waktu meregang. Malam diciptakan sebagai penentram, saat jiwa-jiwa hamba butuh waktu untuk menambah daya, yaitu saat Sang Pencipta menghampiri, merengkuh doa-doa yang ucap dari raga-raga yang terus terjaga, menegarkan jiwa-jiwa mereka yang menggadaikan malam-malam terakhir untuk janji dari Yang Maha Benar.</p>
<p>Mungkin langit malam yang terasa mencekam tercipta agar aku, sang hamba, sadar akan kelemahan, sadar akan kekurangan, dan sadar bahwa aku membutuhkan tempat bergantung yang Maha Besar dan Maha Abadi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/feelwhite.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/feelwhite.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/feelwhite.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/feelwhite.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/feelwhite.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/feelwhite.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/feelwhite.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/feelwhite.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/feelwhite.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/feelwhite.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=feelwhite.wordpress.com&blog=2230877&post=179&subd=feelwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://feelwhite.wordpress.com/2008/10/14/langit-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93163e7e49f7d01ecc50a75c6c3418ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silmysyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>